Diterpa Kabar Buruk, Bagaimana Nasib Saham GIAA
Kabar tak sedap kembali menerpa emiten penerbangan nasional yang juga badan usaha milik negara (BUMN), PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA). Masih hangat kasus penyelundupan komponen motor Harley-Davidson yang membuat empat direksi Garuda dicopot, kini kabar lain berembus dari Inggris.
Lembaga pemberantasan korupsi Inggris, Serious Fraud Office (SFO) diketahui melakukan penyelidikan atas dugaan suap yang melibatkan Bombardier Inc dalam penjualan pesawat ke Garuda Indonesia. Investigasi itu disampaikan oleh Bombardier bersamaan dengan rilis laporan keuangan kuartalan perusahaan asal Kanada tersebut.
Bombardier juga tengah melakukan audit internal terkait seluruh transaksi yang berkaitan dengan Garuda Indonesia, termasuk pembelian pesawat tipe CRJ1000 pada 2011 dan 2012 lalu. Bombardier menyebut telah melakukan audit sejak Mei saat pengadilan tindak pidana korupsi Indonesia memvonis bersalah eks Direktur Utama Garuda Indonesia, Emirsyah Satar.

Comments
Post a Comment